Di pertemuan kesepuluh ini pak wahyu memberi tugas untuk membuat video.
Pak wahyu mengarahkan dikelas kepada ketua kelas memilih 3 kelompok
untuk membuat video dengan setting yang berbeda-beda antara lain:
simeru, kantin dan perpustakaan dengan menggunakan kamera digital atau
hp selama 25 menit. Setelah selesai video tersebut dipresentasikan
didepan kelas dan kelompok yang lainnya mengomentari video tersebut
dengan mengacu pada bahan bacaan yang telah disediakan. Setelah arahan
dari pak wahyu selesai 3 kelompok yang telah diberi tugas tersebut
langsung menuju TKP dan kelompok yang lain membaca materi yang telah
disediakan sebagai bahan acuan untuk mengomentari video yang telah
dibuat oleh 3 kelompok lain.
Bahan bacaannya antara lain:
TEKNIK SYUTING:
Bahan bacaannya antara lain:
TEKNIK SYUTING:
- Bidikan dan Cahaya
Pada saat syuting, supaya dihindari membidik sasaran dengan latar
belakang dengan cahaya yang terang atau dominan. Cara ini akan
menyebabkan sasaran syuting menjadi gelap, sedangkan latar belakang akan
terlihat terang.
- Waktu Rekaman (Durasi)
Kemampuan mata untuk mengidentifikasi sesuatu membutuhkan waktu
sedikitnya lima sampai delapan detik. Apabila merekam lebih singkat dari
waktu tersebut, objek yang telah direkam akan sulit dikenali oleh
penonton. sebab, sebelum sempat diidentifikasi, gambar tersebut akan
hilang dari layar,
- ™ Sudut ‐sudut Pengambilan Gambar
Ada beberapa macam sudut pengambilan gambar diantaranya:
1. Eye Level
Posisi pengambilan gambar yang selalu menyejajarkan posisi kamera dengan sudut pandang kameramen.
2. High Angle
Posisi pengambilan gambar dengan kamera diarahkan kebawah. Untuk merekam
aktivitas yang penuh gerak, seperti tarian kolosal atau demnstrasi
mahasiswa, sebaiknya dari sudut ini karena gerak dapat terekam sekaligus
dapat terjaga ketajamannya.
3. Low Angle
Setiap shot dengan kamera menengadah ke atas saat membidik sasaran.
Angle ini dapat digunakan untuk merangsang rasa kagum, emningkatkan
ketinggian dan kecepatan subjek, mengurangi latar muka (foreground) atau
latar belakang (background) yang tidak disukai, medistrorsikan
garis-garis komposisi guna menciptakan perspektif yang lebih kuat, dan
juga membuat efek dramatik pada gambar.
4. Dutch Angle
Angle kamera yang membentuk efek ketidakstabilan gambar-gambar seperti
ini hanya untuk sequence yang membutuhkan efek kengerian, kekerasan,
tidak stabil, atau efek-efek impresionistik. Sebagai contoh, dalam film
penggambaran tokoh yang sedang mabuk atau dalam keadaan emosional.
- ™ Macam Bidang Pandangan pada saat Syuting
1. Long Shot
2. Full Shot
3. Medium Shot
4. Medium Close up.
5.Close Up
6. Extreme Close Up
- Gerakan kamera
- Pan right (kamera bergerak memutar ke kanan)
- Pan left (kamera bergerak memutar ke kiri)
- Tilt up (mendongkak ke atas)
- Tilt down (mendongkak ke bawah)
- Dolly in ( mendekati subjek)
- Dolly out (menjauhi subjek)
- Pedestal Up: kamera dinaikan
- Pedestal down: kamera diturunkan.
- Crab left 9bergerak ke kiri)
- Crab right (bergerak ke kanan)
7. Zoom adalah gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi obyek secara
optikal, dengan mengubah panjang focal lensa dari sudut pandang sempit
ke sudut pandang lebar atau sebaliknya.
- Zoom in ( mendekati obyek dari long shot ke close up)
- Zoom out ( menjauhkan obyek dari close up ke long shot)
- Setting Lokasi (Blocking Area /Location Set)
2. Shooting out door basanya dilakukan untuk acara petualangan, bencana alam, kondisi sosial masyarkat dan lain-lain.
Demikian postingan minggu kesepuluh...sampai jumpa di minggu berikutnya.......
0 komentar:
Posting Komentar