Jumat, 05 April 2013

TUGAS IT MINGGU KE-4 (ASSURE MODEL)


HASIL ANALISIS MODEL ASSURE SMA MUHAMMADIYAH 6 YOGYAKARTA


Kelompok 16
Rossa Pamela Yunita 10004424
Fatatun Azizah 10004432
Meiana Wulandari 10004453

No.
Model
Hasil
1.
Analyze Learners
Tujuan utama dalam menganalisa termasuk pendidik dapat menemui kebutuhan belajar siswa yang urgen sehingga mereka mampu mendapatkan tingkatan pengetahuan dalam pembelajaran secara maksimal. Analisis pembelajar meliputi tiga faktor kunci dari diri pembelajar yang meliputi :

a)       General Characteristics (Karakteristik Umum)
Karakteristik umum siswa dapat ditemukan melalui variable yang konstan, seperti, jenis kelamin, umur, tingkat perkembangan, budaya dan faktor sosial ekonomi serta etnik. Semua variabel konstan tersebut, menjadi patokan dalam merumuskan strategi dan media yang tepat dalam menyampaikan bahan pelajaran.

b)     Specific Entry Competencies ( Mendiagnosis kemampuan awal pembelajar)
  Penelitian yang terbaru menunjukkan bahwa pengetahuan awal siswa merupakan sebuah subyek patokan yang berpengaruh dalam bagaimana dan apa yang dapat mereka pelajari lebih banyak sesuai dengan perkembangan psikologi siswa (Smaldino dari Dick,carey& carey,2001). Hal ini akan memudahkan dalam merancang suatu pembelajaran agar penyamapain materi pelajaran dapat diserap dengan optimal oleh peserta didik sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

c)      Learning Style (Gaya Belajar)
Gaya belajar yang dimiliki setiap pembelajar berbeda-beda dan mengantarkan peserta didik dalam pemaknaan pengetahuan termasuk di dalamnya interaksi dengan dan merespon dengan emosi ketertarikan terhadap pembelajaran. Terdapat tiga macam gaya belajar yang dimiliki peserta didik, yaitu: 1. Gaya belajar visual (melihat) yaitu dengan lebih banyak melihat seperti membaca 2. Gaya belajar audio (mendengarkan), yaitu belajar akan lebih bermakna oleh peserta didik jika pelajarannya tersebut didengarkan dengan serius, 3. Gaya belajar kinestetik (melakukan), yaitu pelajaran akan lebih mudah dipahami oleh peserta didik jika dia sudah mempraktekkan sendiri.

Analisis:
Karakterisitik siswa SMA Muh6 :

1.      Mayoritas siswa berasal dari sekolah lain (pindahan)
2.      Motivasi siswa dalam belajar sangat rendah
3.      Dalam kelas, siswa asik sendiri dengan hp/tablet, tidur, dan juga ngobrol
4.      Banyak bermain dikelas
5.      Gaya belajar siswa cenderung tertarik pada audiovisual (mendengarkan dan melihat) atau gaya belajar kinestetik (melakukan), yaitu pelajaran akan lebih mudah dipahami oleh peserta didik jika dia sudah mempraktekkan sendiri.
6.      Jumlah siswa kurang lebih 20 siswa.

2.
State Objective
a)   Tujuan Pembelajaran yang Berbasis ABCD

Menurut Smaldino,dkk.,setiap rumusan tujuan pembelajaran ini haruslah lengkap. Kejelasan dan kelengkapan ini sangat membantu dalam menentukan model belajar, pemanfaatan media dan sumber belajar berikut asesmen dalam KBM.  Rumusan baku ABCD tadi dijabarkan sebagai berikut:
·                     A = audience
Pebelajar atau peserta didik dengan segala karakterisktiknya. Siapa pun peserta didik, apa pun latar belakangnya, jenjang belajarnya, serta kemampuan prasyaratnya sebaiknya jelas dan rinci.
·                     B = behavior
Perilaku belajar yang dikembangkan dalam pembelajaran. Perlaku belajar mewakili kompetensi, tercermin dalam penggunaan kata kerja. Kata kerja yang digunakan biasanya kata kerja yang terukur dan dapat diamati.

·                     C = conditions
Situasi kondisi atau lingkungan yang memungkinkan bagi pebelajar dapat belajar dengan baik. Penggunaan media dan metode serta sumber belajar menjadi bagian dari kondisi belajar ini. Kondisi ini sebenarnya menunjuk pada istilah strategi pembelajaran tertentu yang diterapkan selama proses belajar mengajar berlangsung.
·                     D = degree
            Persyaratan khusus atau kriteria yang dirumuskan sebagai dibaku sebagai bukti bahwa pencapaian tujuan pembelajaran dan proses belajar berhasil. Kriteria ini dapat dinyatakan dalam presentase benar (%), menggunakan kata-kata seperti tepat/benar, waktu yang harus dipenuhi, kelengkapan persyaratan yang dianggap dapat mengukur pencapaian kompetensi. Ada empat kategori pembelajaran.
1. Domain Kognitif
Domain kognitif, belajar melibatkan berbagai kemampuan intelektual yang dapat diklasifikasikan baik sebagai verbal / informasi visual atau sebagai ketrampilan intelektual.
2. Domain Afektif
Dalam domain afektif, pembelajaran melibatkan perasaan dan nilai-nilai.
3. Motor Domain Skill
Dalam domain ketrampilan motorik, pembelajaran melibatkan atletik, manual, dan ketrampilan seperti fisik.
4. Domain Interpersonal
Belajar melibatkan interaksi dengan orang-orang.

Analisis:
Merumuskan Tujuan pembelajaran sesuai dengan kondisi siswa kelas X:
Disini tujuan kita adalah ingin mewujudkan pembelajaran bahasa inggris dengan media (macromedia flash/powpoint) dimana media tersebut lengkap dengan suara dan gambar , kemudian guru menerangkan dengan media tersebut yang nantinya diharapkan dapat menarik perhatian siswa, sehingga siswa dapat fokus, tenang, dan dapat mengaplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari.

3.
Select Media and Materials
a). Memilih Strategi Pembelajaran
Beberapa metode yang dianjurkan untuk digunakan ialah (Dewi Salma Prawiradilaga, 2007):

1.                  Belajar Berbasis Masalah (problem-based learning)
Metode belajar berbasis masalah melatih ketajaman pola pikir metakognitif, yakni kemampuan stratregis dalam memecahkan masalah.
2.                  Belajar Proyek (project-based learning)
Belajar proyek adalah metode yang melatih kemampuan pebelajar untuk melaksanakan suatu kegiatan di lapangan. Proyek yang dikembangkan dapat pekerjaan atau kegiatan sebenarnya atau berupa simulasi kegiatan.
3.                  Belajar Kolaboratif
Metode belajar kolaboratif ditekankan agar pebelajar mampu berlatih menjadi pimpinan dan membina koordinasi antar teman sekelasnya.

b) Memilih Teknologi dan Media yang sesuai dengan Bahan Ajar
Kata Media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar. Menurut Lesle J.Brigges dalam Sanjaya (2008 : 204) menyatakan bahwa media adalah alat untuk perangsang bagi peserta didik dalam proses pembelajaran.
Bentuk media adalah bentuk fisik dimana sebuah pesan digabungkan dan ditampilkan. Bentuk media meliputi, sebagai contoh, diagram (gambar diam dan teks) slide ( gambar diam lewat proyektor) video (gambar bergerak dalam TV), dan multimedia komputer (grafik, teks, dan barang bergerak dalam TV) Setiap media itu mempunyai kekuatan dan batasan dalam bentuk tipe dari pesan yang bisa direkam dan ditampilkan. Memilih sebuah bentuk media bisa menjadi sebuah tugas yang kompleks-merujuk kepada cakupan yang luas dari media yang tersedia, keanekaragaman siswa dan banyak tujuan yang akan dicapai.
        Memilih format media dan sumber belajar yang disesuaikan dengan pokok bahasan atau topik. Peran media pembelajaran menurut Smaldino
·                     Memilih , Mengubah, dan Merancang Materi
1.      Memilih Materi yang tersedia
·  Melibatkan Spesialis Teknologi/Media
·  Menyurvei Panduan Referensi Sumber dan Media
2.      Mengubah Materi yang ada
3.      Merancang Materi Baru

Analisis:

a.       Guru menggunakan media AudioVisual (Video) dalam pembelajaran
b.      Guru menyuruh siswa untuk mengerjakan tugas secara kelompok
c.       Guru menyajikan materi dengan menggunakan LCD dan projector. 

4.
Utilize Technology, Media and Materials
Sebelum memanfaatkan media dan bahan yang ada, sebaiknya  mengikuti langkah-langkah seperti dibawah ini,yaitu:
a).   Mengecek bahan (masih layak pakai atau tidak)
b).   Mempersiapkan bahan
c).   Mempersiapkan lingkungan belajar
d).   Mempersiapkan pembelajar
e).   Menyediakan pengalaman belajar (terpusat pada pengajar atau pembelajar)

·         Preview materi
Pendidik harus melihat dulu materi sebelum mennyampaikannya dalam kelas dan selama proses pembelajaran pendidik harus menentukan materi yang tepat untuk audiens dan memperhatikan tujuannya.
·         Siapkan bahan
Pendidik harus mengumpulkan semua materi dan media yang dibutuhkan pendidik dan peserta didik. Pendidik harus menentukan urutan materi dan penggunaan media. Pendidik harus menggunakan media terlebih dahulu untuk memastikan keadaan media.
·         Siapkan lingkungan
Pendidik harus mengatur fasilitas yang digunakan peserta didik dengan tepat dari materi dan media sesuai dengan lingkungan sekitar.
·         Peserta didik
Memberitahukan peserta didik tentang tujuan pembelajaran. Pendidik menjelaskan bagaimana cara agar peserta didik dapat memperoleh informasi dan cara mengevaluasi materinya.
·         Memberikan pengalaman belajar
Mengajar dan belajar harus menjadi pengalaman. Sebagai guru kita dapat memberikan pengalaman belajar seperti : presentasi di depan kelas dengan projector, demonstrasi, latihan, atau tutorial materi.
 
Analisis:
Guru menjelaskan materi melalui LCD atau projector kemudian memberikan tugas kepada siswa


5.
Requier Learner Participation
Tujuan utama dari pembelajaran adalah adanya partisipasi siswa terhadap materi  dan media yang kita tampilkan. Seorang guru pada era teknologi sekarang dituntut untuk  memiliki pengalaman dan praktik menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi ketimbang sekedar memahami dan member informasi kepada siswa. Ini sejalan dengan gagasan konstruktivis bahwa belajar merupakan proses mental aktif yang dibangun berdasarkan pengalaman yang autentik, diman para siswa akan menerima umpan balik informative untuk mencapai tujuan mereka dalam belajar.
1.    Latihan Prnggunaan Teknologi
·  Teknologi sebagai Perkakas Teknologi
·  Teknologi sebagai Perangkat Komunikasi
·  Teknologi sebagi Perangkat Penelitian
· Teknologi sebagai Perangkat Penyelesaian Masalah dan Pengambilan Keputusan
·  Menggunakan Peranti Lunak Pendidikan
·  Menggunakan Media lainnya untuk Latihan
2.    Umpan Balik

Analisis:

a.       Siswa mempresentasikan hasil diskusinya
b.      Guru memberikan feedback
6.
Evaluate and Revise

Penilaian dan perbaikan adalah aspek yang sangat mendasar untuk mengembangkan kualitas pembelajaran. Penilaian dan perbaikan dapat berdasarkan dua tahapan yaitu:
1.                  Penilaian Hasil Belajar Siswa,
·         Penilaian Hasil Belajar Siswa yang Otentik,
·         Penilaian Hasil Belajar Portofolio
·         Penilaian Hasil Belajar yang Tradisional / Elektronik.
2.                  Menilai dan Memperbaiki Strategi, teknologi dan Media
3.                  Revisi Strategi, Teknologi, dan Media.

Ada beberapa fungsi dari evaluasi antara lain :
a.       Evaluasi merupakan alat yang penting sebagai umpan balik bagi siswa.
b.      Evaluasi merupakan alat yang penting untuk mengetahui bagaimana ketercapaian siswa dalam menguasai tujuan yang telah ditentukan.
c.       Evaluasi dapat memberikan informasi untuk mengembangkan program kurikulum.
d.      Informasi dari hasil evaluasi dapat digunakan siswa secara individual dalam mengambil keputusan.
e.       Evaluasi berguna untuk para pengembang kurikulum khususnya dalam menentukan tujuan khusus yang ingin dicapai
f.       Evaluasi berfungsi sebagai umpan balik untuk orang tua,guru,pengembang kurikulum,pengambil kebijakan

Analisis:

Pembelajaran ini akan efektif karena menggunakan audio visual, dimana siswa akan fokus dan tertarik dengan materi yang disajikan dengan sedemikian rupa, sehingga materi guru tersampaikan dengan baik.



Secara sederhana manfaat dari model ASSURE Sederhana, relatif mudah untuk diterapkan.
1.                  Karena sederhana, maka dapat dikembangkan sendiri oleh pengajar.
2.                  Komponen KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) lengkap.
3.                  Peserta didik dapat dilibatkan dalam persiapan untuk KBM.

0 komentar:

Posting Komentar